Saat Murid Telah Siap, Guru Akan Datang

 

guru sufiSudah lama kalimat di atas saya baca dari tulisan maupun status facebook teman dan kenalan. Saat itu, terlintas di pikiran pertanyaan “siap apanya”. Siap dalam segi umur? Yang maksudnya kapan mulai masuk sekolah karena masuk sekolah ditentukan berdasarkan umur. Tetapi ada anak yang tidak sekolah namun tetap belajar, sedangkan belajar memang sudah dimulai sejak lahir, sejak bayi. Belajar berbagai macam hal. Jadi hasil pikiran itu tidak memuaskan saya dan merasa tidak cocok dengan jawabannya. Akhirnya, kalimat itu hanya mengendap dalam memori tanpa kesan apa-apa, tak menganggapnya penting, merasa tak perlu dipikir lebih lanjut.

Kemarin, kembali terbaca kalimat itu di salah satu status facebook kenalan. Tertangkap makna yang berbeda.

 

Sebelumnya saya membaca:

Saat murid telah siap, guru akan datang

menjadi:

Saat murid telah siap, Guru akan datang

 

Dan makna yang tertangkap meninggalkan bekas, tak hanya di pikiran namun juga di hati dan terasa lebih masuk akal dan sangat cocok di hati. Hal itu menimbulkan penasaran dengan pertanyaan apakah kalimat itu hanya pepatah kuno orang-orang tua jaman dulu atau ada orang terkenal yang mengucapkannya. Hasil pencarian menunjukkan bahwa kalimat itu diucapkan oleh Confucius, seorang filsuf Cina yang hidup di era Dinasti Zou.

Saat terakhir itu, saya menangkap makna bahwa yang dimaksud dengan guru bukan sembarang Guru, murid belajar bukan sembarang ilmu. Ilmu ini ilmu khusus yang diajarkan oleh Guru yang khusus pula. Jika murid tidak siap atau tidak menyiapkan diri maka tak berjumpa ia dengan Sang Guru. Atau kalau pun murid telah bertemu Guru namun tidak menyiapkan hatinya untuk merendah, tidak siap untuk patuh pada Guru, ilmu pun tidak akan didapat. Hal ini tidak ditentukan oleh kesiapan umur, bukan pula kesiapan fisik namun ditentukan oleh kesiapan hati dan mental, kesiapan untuk mengosongkan gelas yang mulai penuh atau bahkan sudah penuh. Kemudian memohon kepada Allah agar diberi petunjuk. Jika hati tidak siap maka sampai tua bahkan sampai ajal menjemput pun tidak akan bertemu dengan Sang Guru.

Memang, kalimat Confucius “Saat murid telah siap, Guru akan datang” akan dimaknai secara berbeda oleh orang yang berbeda, tergantung kecenderungan pikiran masing-masing orang yang membaca atau mendengarnya.

Mengakhiri tulisan ini, saya kutip kata-kata Guru Sufi:

Semua Guru mengatakan Allah itu ada, tapi carilah olehmu seorang Guru yang bisa mengantarkan engkau ke hadirat-Nya (Guru Sufi)

Maka siapkan hati dan berdoa sMoga kita diberi petunjuk oleh Allah untuk bertemu dengan Guru dimaksud.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s