Merasa Kagum, Salahkah Saya?

cinta-kagum

Merupakan hal yang wajar jika merasa kagum terhadap seseorang. Biasanya rasa kagum muncul saat kita menilai orang yang kita kagumi itu lebih baik dari diri kita atau orang yang kita kagumi itu memenuhi kriteria sangat baik dalam sudut pandang penilaian kita.

Kagum timbul bisa karena berbagai alasan. Kagum karena banyaknya harta, karena kecantikan, karena kepintaran, karena jabatan atau karir, karena jenjang pendidikan yang ditempuh, karena prestasi yang didapat, karena bisnis yang berkembang pesat, atau sebab-sebab lainnya yang dianggap sebagai kesuksesan bagi si penilai.

Pada suatu hari, saya menuliskan coretan pena untuk membuat surat tentang kekaguman saya terhadap seseorang di lembaran-lembaran buku catatan. Saya merangkai kata-kata menyebutkan hal-hal yang membuat saya kagum, terutama kekaguman akan prestasi dan capaian-capaian dalam hidup beliau. Tetapi pada hari itu, saya tidak sempat untuk mengetikkannya dengan rapi untuk saya sampaikan pada beliau yang saya kagumi.

Sehari kemudian, kami mendapat tulisan nasehat dari Guru kami. Walaupun nasehat tersebut ditujukan untuk semua murid namun secara tidak langsung, saya merasa nasehat tersebut adalah teguran bagi saya. Saya merasa diingatkan agar selalu menjaga hati. Mohon ampun jika surat tersebut tetap saya sampaikan dengan catatan bagi saya untuk kembali memperbaiki hati.

Berikut saya tuliskan nasehat Guru saya sebagai bahan renungan terutama untuk saya pribadi sebagai pengingat diri.

Mencintai Yang Maha Abadi

Jika engkau mencintai seseorang maka cintailah dia karena Allah bukan karena dirinya, sebab suatu saat ketika engkau kehilangan dia masih ada Allah dalam hatimu…

Jika engkau mengagumi seseorang maka kagumilah sekedarnya karena bunga indah menjadi layu, warna warni pelangi akan hilang pada waktunya dan aroma semerbak pun pada waktunya akan hilang diterpa angin…

Memberikan waktu pun kepada selain Allah ibarat menuang air di tengah padang pasir panas, sebanyak apapun dituang akan dihisap tak pernah kembali…

Selain dari Allah akan fana, mencintai yang fana akan sia-sia, maka cintai yang Maha Abadi maka cintamu pun akan abadi…

Pancaran cinta kepada yang Maha Abadi akan terpencar kembali kepada sekalian yang fana, laksana rembulan menyinari malam, laksana matahari menghangatkan alam…

Seperti sabda Nabi bahwa seseorang akan selalu bersama yang dicintai, jika engkau mencintai Sang Kekasih Abadi maka engkau selalu bersamaNya, abadi…

-SufiMuda-

Mohon ampun ya Allah jika terbersit rasa yang berlebihan terhadap makhlukMu. Terima kasih atas tuntunan dan bimbinganMu. Dan terima kasih Guru telah mengingatkan saya yang alpa ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s