Ada Masalah?

think image

Sebenarnya tidak ada yang namanya masalah yang sulit, yang tidak bisa diatasi. Agar lebih bernilai positif, Septi Peni, founder Institut Ibu Profesional, mengganti kata masalah dengan tantangan. Kita pun bisa menggantinya dengan kata lain, misalnya ganti dengan kata urusan, persoalan, kasus atau kata lainnya yang kita anggap bernilai positif. Masalah muncul berawal dari pikiran. Pikiran lah yang menentukan apakah suatu hal itu menjadi masalah atau anugerah. Di sini terjadi hukum Hukum Tarik-Menarik atau lebih dikenal dengan nama the Law Of Attraction (LoA). Menurut Hukum LoA, apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi pada kita. Jika kita sering berpikir positif dan berbuat baik maka kita akan sering mendapatkan hal positif dan kebaikan. Sebaliknya, jika kita sering berpikir negatif dan banyak berbuat keburukan maka hal negatif dan keburukan pula yang akan sering menghampiri kita.

Apa pun agamanya, apa pun kepercayaannya, percaya Tuhan atau tidak, hukum pikiran tetap berlaku. Sebab ilmu pikiran berada di ranah ilmu pasti bukan ilmu sosial, oleh karena itu ada yang menyebutnya sebagai teknologi pikiran. Ada sebuah guyonan dari Almarhum KH, Hasyim Muzadi “Ilmu itu universal, bukan soal agama. Kristen belajar kedokteran ya jadi dokter. Orang NU gak belajar, ya jadi dukun.” Ilmu di dunia ini bersifat universal artinya siapapun dengan sungguh-sungguh menekuni akan mencapai hasil sesuai dengan tujuan ilmu tersebut.

Dalam tulisannya, Sufi Muda menuliskan: “Tuhan tidak pernah mau melanggar hukum-Nya” begitu Guru menasehati saya. Tuhan menciptakan hukum yang kita sebut sunnatullah, lewat hukum tersebut maka keadilan Tuhan terlaksana dengan seadil-adilnya di dunia ini. Tuhan memberi ilham tentang Hukum Gravitasi kepada Newton, hal yang belum pernah terpikirkan oleh manusia sebelumnya, meskipun berulang kali orang menyaksikan apel jatuh, ini tidak ada hubungan dengan ketaatan[1].

 

Ada banyak kalimat yang berkaitan dengan pikiran. Di antaranya:

“Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku” – Hadits Qudsi (HR. Muslim)

“Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku pada-Ku, jika sangkaannya baik maka baik lah yang didapatkan, jika sangkaannya buruk maka buruk lah yang didapatkan” – Hadits Qudsi (HR Ahmad)

 “Berdoalah dengan yakin bahwa Allah akan mengabulkan doamu. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai” – (HR. At-Tirmidzi)

“Tidak ada seorang pun yang dapat membuatmu merasa rendah diri tanpa persetujuanmu” – (Eleanor Roosevelt)

“Life is as easy or as hard as you think it is” – (Jonathan Lockwood Huie)

“Your worst enemy cannot harm you as much as your own unguarded thoughts” – (Buddha)

“Sukses dan gagal berawal dari pikiran” – (Andrew Nugraha)

“Kaya dan miskin seseorang bermula dari pikirannya” – (Dewa Eka Prayoga)

“Whether you think you can or think you can’t, you’re right” – (Henry Ford)

“The mind is everything. What you think, you become” – (Buddha)

 “The only difference between a problem and a blessing is a thought”

“A negative mind will never give you a positive life”

“When you think positive, good things happen”

 

Masalah bisa berbentuk apa saja. Bisa masalah keuangan, masalah dengan pasangan, masalah dengan anak, masalah di kantor, masalah dengan studi dan lain sebagainya. Lalu apa yang harus kita lakukan saat menghadapi masalah atau persoalan agar kita merasa tenang? Kendalikan pikiran. Selama ini, mungkin pikiran kita masih liar. Dalam sehari atau 1×24 jam, rata-rata ada sekitar 50.000 – 60.000 pikiran yang melintas di kepala kita atau sebutan lainnya self talk. Contohnya, saat kita shalat terbayang berbagai macam hal di pikiran kita. Terbayang mau masak apa nanti siang, sebentar lagi mau antar anak ke tempat les, uang sewa rumah yang belum dibayar, terbayang acara tv yang baru saja ditonton, dlsb.

Untuk mengendalikan pikiran agar tidak liar, apa yang dapat kita lakukan? Dalam psikologi cara yang digunakan disebut dengan istilah relaksasi, dalam ajaran Budha dan Hindu dinamakan meditasi, sedangkan dalam Islam metode yang digunakan dinamakan dzikir.

 

Budha was asked, “What have you gained from meditation?” He replied “Nothing!” “However, Budha said, let me tell you what I lost: anger, anxiety, depression, insecurity, fear of old age and death”.

“Religion has only one answer and that answer is meditation. And meditation means how to empty yourself” – (Osho)

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

 

Baik relaksasi, meditasi maupun dzikir, kesemuanya ada metodologinya. Untuk meditasi tidak akan saya bahas di sini, bukan ranah keilmuan saya. Tentang metode dzikir pun tidak bisa saya jelaskan karena untuk mengetahui tentang metodologi dzikir yang sebenar-benarnya WAJIB memiliki seorang Guru pembimbing. Di tulisan ini, saya hanya akan sedikit menjabarkan bagaimana metode relaksasi sederhana dengan menggunakan teknik pernapasan.

 

Teknik Latihan Pernapasan untuk Relaksasi:

  • Cari tempat yang tenang dan nyaman. Pastikan ruangan yang akan digunakan tidak terlalu terang.
  • Cobalah untuk membuat tubuh dalam keadaan santai boleh dengan posisi duduk atau berbaring.
  • Mulailah dengan membersihkan pikiran dari semua pikiran-pikiran tidak penting dan hanya fokus pada pernapasan.
  • Tarik napas dalam-dalam secara perlahan. Lalu keluarkan secara perlahan pula. Lakukan ini 3-4 kali hingga masuk ke keadaan rileks.
  • Kemudian bernapas lah dengan normal secara perlahan selama beberapa menit (10-20 menit) hingga masuk dalam kondisi tenang dan pernapasan lebih teratur.
  • Saat pernapasan sudah lebih teratur, cobalah untuk tetap fokus pada pernapasan. Abaikan semua selftak yang mungkin muncul. Hilangkan semua pikiran yang melintas selama relaksasi berlangsung.

 

Lakukan teknik relaksasi ini 1-2 kali dalam sehari, sebaiknya di awal pagi dan saat mau tidur malam.  Gunanya untuk membersihkan pikiran kita dari hal-hal yang tidak penting dan membiasakan diri agar segala sesuatu yang bersifat negatif tidak menetap di pikiran kita sehingga terbentuk pikiran yang sehat dan lebih tenang. Lakukan lah rutin, bukan hanya sehari dua hari, tidak cuma selama seminggu dua minggu. Jadikanlah sebagai bagian dari rutinitas harian kita.

Saya pribadi, di awal hari (pagi) karena waktunya lebih panjang, saya menggunakan metode DZIKIR MURNI yang diajarkan oleh GURU saya karena dalam metodologi dzikir sudah ada teknik pemusatan pikiran dan teknik pernapasan. Sedangkan malam hari nya, karena di saat itu kemungkinan bagi saya untuk melakukan relaksasi lebih singkat maka saya gunakan teknik relaksasi pernapasan sederhana seperti yang saya jelaskan di atas, namun fokus saya bukan pada pernapasan tapi pada kalimat istighfar, tasbih, tahmid atau takbir dengan pemusatan pikiran tetap dengan cara dzikir.

Demikian. SMoga bermanfaat.

 

Referensi:

[1] Sufi Muda. Jangan Kau Potong Besi Memakai Dzikir. https://sufimuda.net/2017/03/18/jangan-kau-potong-besi-memakai-dzikir/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s